Timun suri dan blewah menjadi primadona untuk berbuka puasa selama Ramadan.

 

Sudah menjadi semacam tradisi di Indonesia untuk menghidangkan minuman segar saat berbuka puasa. Timun suri dan blewah menjadi buah primadona kala Ramadan tiba.

Saat Ramadan, banyak masyarakat berburu blewah dan timun suri untuk dijadikan minuman segar berbuka. Buah ini biasa diramu menjadi hidangan koktail pelepas dahaga selepas azan Maghrib.

Tak hanya menyegarkan, timun suri dengan tekstur buah empuknya memiliki cita rasa dan aroma khas. Untuk mengolahnya pun tak sulit, hanya dibelah dua, disisihkan bijinya lalu dikerok buah dagingnya dalam mangkuk atau gelas lalu siram dengan sirup dan es batu, sensasi segarnya benar-benar nikmat di tenggorokan.

Sementara blewah, seperti dikutip dari lamanWikipedia, buah ini juga sering dihidangkan sebagai minuman penyegar khas di Asia Tenggara, selain timun suri dan kolang-kaling. Blewah sejenis dengan melon namun berbeda kelompok budidaya. Ia berbentuk liana, seperti juga labu dan mentimun. Blewah juga sering dijadikan campuran dalam hidangan sop buah.

Blewah dan timun suri kaya kandungan mineral kalium dan provitamin A serta serat makanan. Kandungan gizi dalam buah ini bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menyehatkan fungsi ginjal dan limpa, dan menurunkan tekanan darah.

Dua buah ini dapat dengan mudah ditemukan di pasar tradisional, sementara blewah yang sudah diolah sebagai campuran minuman es, bisa ditemukan di berbagai tempat keramaian, seperti pasar, sekolah, warung, dan sebagainya. Harga satu buah blewah ataupun timun suri pun tidak terlalu mahal, mulai dari harga Rp 3.000, sensasi segarnya bisa Anda nikmati