Jun 2
belimbing
icon1 ridwanrizky | icon2 knowledge | icon4 06 2nd, 2011| icon3Comments Off on belimbing

Buah yang satu ini memang tidak sepopuler buah pencuci mulut lainnya. Padahal bila matang, buah ini memiliki rasa manis yang menyegarkan. Belimbing buah asli India dengan bentuk unik itu ada dua jenis, belimbing manis (Averrhoa Carambola) dan belimbing sayur atau belimbing wuluh (Averrhoa bilim) yang rasanya asam.

Buah belimbing mempunyai kandungan gizi cukup tinggi yang bermanfaat bagi tubuh. Dalam 100 gram buah belimbing yang matang mengandung energi (35 kal), protein (50 gram), lemak (0,7 gram), karbohidrat (7,70 gram), kalsium (8 mg), serat (0,90 gram), vitamin A (18 RE), vitamin C (33Mg) dan niacin (0,40 gram).

Untuk kesehatan berbagai manfaat dapat diambil dari belimbing manis. Sebagai sumber vitamin, khususnya vitamin A dan C, belimbing adalah antioksidan ampuh dalam memerangi radikal bebas. Buah ini juga mampu membantu mencegah penyebaran sel-sel kanker, meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah sariawan.

Belimbing mengandung pektin yang mampu mengikat kolesterol dan asam empedu terdapat dalam usus dan membantu pengeluarannya. Selain itu, buah ini juga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

Kandungan serat yang tinggi, membuat belimbing bermanfaat untuk melancarkan proses pencernaan. Kadar kalium yang tinggi, serta natrium yang rendah, juga cocok sebagai obat hipertensi. Untuk penggemar buah yang memiliki kelebihan berat badan, belimbing baik untuk pilihan karena mengandung kaloi rendah.

Selain manfaat yang dapat diambil dari buah, bunga dan akar pohon belimbing pun memiliki khasiat. Bunga belimbing ternyata memiliki sifat khas manis dan menetralkan plus kandungan kimia berupa glukosida, vitamin B, dan vitamin C. Bunga belimbing manis memiliki khasiat sebagi antipiretik dan ekspektoran, sehingga dapat dimanfaatkan mengatasi batuk pada anak-anak. Akar pohon belimbing juga dapat dimanfaatkan untuk sakit kepala dan nyeri persendian (rematik). Kini, bila ada buah belimbing di pasar, jangan ragu untuk membeli.(cr1/itz)

 

Sumber : Republika Online – Kesehatan – By Republika Newsroom
Kamis, 02 April 2009 pukul 13:20:00

May 29
tea(teh)
icon1 ridwanrizky | icon2 knowledge | icon4 05 29th, 2011| icon3Comments Off on tea(teh)

Teh adalah minuman yang mengandung kafein, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas. Teh yang berasal dari tanaman teh dibagi menjadi 4 kelompok: teh hitamteh oolongteh hijau, dan teh putih.

Istilah “teh” juga digunakan untuk minuman yang dibuat dari buah, rempah-rempah atau tanaman obat lain yang diseduh, misalnya, teh rosehip,camomilekrisan dan Jiaogulan. Teh yang tidak mengandung daun teh disebut teh herbal.

Teh merupakan sumber alami kafein, teofilin dan antioksidan dengan kadar lemak, karbohidrat atau protein mendekati nol persen. Teh bila diminum terasa sedikit pahit yang merupakan kenikmatan tersendiri dari teh.

Teh bunga dengan campuran kuncup bunga melati yang disebut teh melati atau teh wangi melati merupakan jenis teh yang paling populer di Indonesia[1]. Konsumsi teh di Indonesia sebesar 0,8 kilogram per kapita per tahun masih jauh di bawah negara-negara lain di dunia, walaupun Indonesia merupakan negara penghasil teh terbesar nomor lima di dunia.[2]

Pengolahan teh dan pengelompokan

Teh dikelompokan berdasarkan cara pengolahan. Daun teh Camellia sinensis segera layu dan mengalami oksidasi kalau tidak segera dikeringkan setelah dipetik. Proses pengeringan membuat daun menjadi berwarna gelap, karena terjadi pemecahan klorofil dan terlepasnya unsur tanin. Proses selanjutnya berupa pemanasan basah dengan uap panas agar kandungan air pada daun menguap dan proses oksidasi bisa dihentikan pada tahap yang sudah ditentukan.

Pengolahan daun teh sering disebut sebagai “fermentasi” walaupun sebenarnya penggunaan istilah ini tidak tepat. Pemrosesan teh tidak menggunakanragi dan tidak ada etanol yang dihasilkan seperti layaknya proses fermentasi yang sebenarnya. Pengolahan teh yang tidak benar memang bisa menyebabkan teh ditumbuhi jamur yang mengakibatkan terjadinya proses fermentasi. Teh yang sudah mengalami fermentasi dengan jamur harus dibuang, karena mengandung unsur racun dan unsur bersifat karsinogenik.

Pengelompokan teh berdasarkan tingkat oksidasi:

Teh putih
Teh yang dibuat dari pucuk daun yang tidak mengalami proses oksidasi dan sewaktu belum dipetik dilindungi dari sinar matahari untuk menghalangi pembentukan klorofil. Teh putih diproduksi dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan teh jenis lain sehingga harga menjadi lebih mahal. Teh putih kurang terkenal di luar Tiongkok, walaupun secara perlahan-lahan teh putih dalam kemasan teh celup juga mulai populer.
Teh hijau
Daun teh yang dijadikan teh hijau biasanya langsung diproses setelah dipetik. Setelah daun mengalami oksidasi dalam jumlah minimal, proses oksidasi dihentikan dengan pemanasan (cara tradisional Jepang dengan menggunakan uap atau cara tradisional Tiongkok dengan menggongseng di atas wajan panas). Teh yang sudah dikeringkan bisa dijual dalam bentuk lembaran daun teh atau digulung rapat berbentuk seperti bola-bola kecil (teh yang disebut gun powder).
Oolong
Proses oksidasi dihentikan di tengah-tengah antara teh hijau dan teh hitam yang biasanya memakan waktu 2-3 hari.
Teh hitam atau teh merah
Daun teh dibiarkan teroksidasi secara penuh sekitar 2 minggu hingga 1 bulan. Teh hitam merupakan jenis teh yang paling umum di Asia Selatan (India, Sri Langka, Bangladesh) dan sebagian besar negara-negara di Afrika seperti: Kenya, Burundi, Rwanda, Malawi dan Zimbabwe. Terjemahan harafiah dari aksara hanzi untuk teh bahasa Tionghoa (红茶) atau (紅茶) dalam bahasa Jepang adalah “teh merah” karena air teh sebenarnya berwarna merah. Orang Barat menyebutnya sebagai “teh hitam” karena daun teh berwarna hitam. Di Afrika Selatan, “teh merah” adalah sebutan untuk teh rooibos yang termasuk golongan teh herbal. Teh hitam masih dibagi menjadi 2 jenis: Ortodoks (teh diolah dengan metode pengolahan tradisional) atau CTC (metode produksi teh Crush, Tear, Curl yang berkembang sejak tahun 1932). Teh hitam yang belum diramu (unblended) dikelompokkan berdasarkan asal perkebunan, tahun produksi, dan periode pemetikan (awal musim semi, pemetikan kedua, atau musim gugur). Teh jenis Ortodoks dan CTS masih dibagi-bagi lagi menurut kualitas daun pasca produksi sesuai standar Orange Pekoe.
Pu-erh (Póu léi dalam bahasa Kantonis)
Teh pu-erh terdiri dari dua jenis: “mentah” dan “matang.” Teh pu-erh yang masih “mentah” bisa langsung digunakan untuk dibuat teh atau disimpan beberapa waktu hingga “matang”. Selama penyimpanan, teh pu-erh mengalami oksidasi mikrobiologi tahap kedua. Teh pu-erh “matang” dibuat dari daun teh yang mengalami oksidasi secara artifisial supaya menyerupai rasa teh pu-erh “mentah” yang telah lama disimpan dan mengalami proses penuaan alami. Teh pu-erh “matang” dibuat dengan mengontrol kelembaban dan temperatur daun teh mirip dengan prosespengomposan. Teh pu-erh biasanya dijual dalam bentuk padat setelah dipres menjadi seperti batu bata, piring kecil atau mangkuk. Teh pu-erh dipres agar proses oksidasi tahap kedua bisa berjalan, karena teh pu-erh yang tidak dipres tidak akan mengalami proses pematangan. Semakin lama disimpan, aroma teh pu-erh menjadi semakin enak. Teh pu-erh yang masih “mentah” kadang-kadang disimpan sampai 30 tahun bahkan 50 tahun supaya matang. Pakar bidang teh dan penggemar teh belum menemui kesepakatan soal lama penyimpanan yang dianggap optimal. Penyimpanan selama 10 hingga 15 tahun sering dianggap cukup, walaupun teh pu-erh bisa saja diminum setelah disimpan kurang dari setahun. Minuman teh pu-erh dibuat dengan merebus daun teh pu-erh di dalam air mendidih seringkali hingga lima menit. Orang Tibet mempunyai kebiasaan minum teh pu-erh yang dicampur dengan mentega dari lemak yak, gula dan garam.
Teh kuning
Sebutan untuk teh berkualitas tinggi yang disajikan di istana kaisar atau teh yang berasal dari daun teh yang diolah seperti teh hijau tapi dengan proses pengeringan yang lebih lambat.
Kukicha
Teh kualitas rendah dari campuran tangkai daun dan daun teh yang sudah tua hasil pemetikan kedua, dan digongseng di atas wajan.
Genmaicha
Teh hijau bercampur berondong dari beras yang belum disosoh, beraroma harum dan sangat populer di Jepang.
Teh bunga
Teh hijau atau teh hitam yang diproses atau dicampur dengan bunga. Teh bunga yang paling populer adalah teh melati (H eung Pín dalam bahasa Kantonis, Hua Chá dalam bahasa Tionghoa) yang merupakan campuran teh hijau atau teh oolong yang dicampur bunga melati. Bunga-bunga lain yang sering dijadikan campuran teh adalah mawarserojaleci dan seruni

Ramuan teh

Sebagian besar merek teh yang dijual di pasaran merupakan hasil ramuan ahli teh yang membuat blend yang unik untuk merek tersebut dari berbagai daun teh yang berbeda. Rasa enak dari teh berkualitas tinggi dan berharga mahal biasanya bisa menutupi rasa teh yang berkualitas rendah, sehingga kualitas teh bisa meningkat dan dapat dijual dengan harga yang lebih pantas. Teh hasil ramuan juga menjaga agar rasa teh yang dimiliki merek tertentu tetap stabil sepanjang masa.

Teh melati dibuat dengan mencampur kuncup melati yang siap mekar. Sebelum dicampur dengan kuncup melati, daun teh mengalami proses pelembaban agar harum melati dapat menempel pada daun teh.

[sunting]Komposisi

Teh mengandung sejenis antioksidan yang bernama katekin. Pada daun teh segar, kadar katekin bisa mencapai 30% dari berat kering. Teh hijau dan teh putih mengandung katekin yang tinggi, sedangkan teh hitam mengandung lebih sedikit katekin karena katekin hilang dalam proses oksidasi. Teh juga mengandung kafein (sekitar 3% dari berat kering atau sekitar 40 mg per cangkir), teofilindan teobromin dalam jumlah sedikit.[3]

[sunting]Teh dalam berbagai bahasa

Aksara hanzi untuk teh adalah 茶, tapi diucapkan berbeda-beda dalam berbagai dialek bahasa Tionghoa. Penutur bahasa Hokkien asal Xiamen menyebutnya sebagai te, sedangkan penutur bahasa Kantonis di Guangzhou dan Hong Kong menyebutnya sebagai cha. Penutur dialek Wu di Shanghai dan sekitarnya menyebutnya sebagai zoo.

Bahasa yang menyebut “teh” mengikuti sebutan te menurut bahasa Hokkienbahasa Afrikaans (tee), bahasa Armeniabahasa Katalan (te), bahasa Denmark (te), bahasa Belanda (thee), bahasa Inggris (tea), bahasa Esperanto (teo), bahasa Estonia (tee), bahasa Faroe (te), bahasa Finlandia (tee), bahasa Perancis (thé), bahasa Frisia (tee), bahasa Galicia (), bahasa Jerman (Tee), bahasa Ibrani (תה, /te/ or /tei/), bahasa Hongaria (tea), bahasa Islandia (te), bahasa Irlandia (tae), bahasa Italia (), bahasa Latin (thea), bahasa Latvia (tēja), bahasa Melayu (teh), bahasa Norwegia (te), bahasa Polandia (herbata dari bahasa Latin herba thea), bahasa Gaelik-Skotlandia (teatha), bahasa Sinhalabahasa Spanyol (), bahasa Swedia (te), bahasa Tamil (thè), bahasa Wales (te), and bahasa Yiddish (טיי, /tei/).

Bahasa yang menyebut “teh” mengikuti sebutan cha atau chaibahasa Albania (çaj), bahasa Arab (شَاي), bahasa Bengali (চা), bahasa Bosnia (čaj), bahasa Bulgaria (чай), bahasa Kapampangan (cha),bahasa Cebuano (tsa), bahasa Kroasia (čaj), Bahasa Ceko (čaj), bahasa Yunani (τσάι), bahasa Hindi (चाय), bahasa Inggris Britania (charchai)*bahasa Jepang (茶, ちゃ, cha), bahasa Korea (차),bahasa Makedonia (čaj), bahasa Malayalambahasa Nepal (chai), bahasa Persia (چاى), bahasa Punjabi (ਚਾਹ), bahasa Portugis (chá), bahasa Rumania (ceai), bahasa Rusia, (чай, chai), bahasa Serbia(чај), bahasa Slowakia (čaj), bahasa Slovenia (čaj), bahasa Swahili (chai), bahasa Tagalog (tsaa), bahasa Thai (ชา), bahasa Tibet (ja), bahasa Turki (çay), Bahasa Ukraina (чай), bahasa Urdu (چاى) danbahasa Vietnam (trà atau chè).

* Sudah jarang dituturkan

 

sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Teh

May 24

Sebagai tanaman serealia (biji-bijian), sorgum memiliki manfaat yang multi guna. Selain bijinya digunakan sebagai bahan pangan, batang dan daunnya untuk pakan ternak, maka gula yang terkandung dalam biji (karbohidrat) atau cairan/jus/nira batang (sorgum manis) dapat diproses menjadi etanol (bioetanol). Industri bioetanol berbahan baku sorgum telah dikembangkan di banyak negara seperti Amerika Serikat, China, India dan Belgia. Anderson dari Iowa State University melaporkan bahwa sorgum manis mengandung gula yang dapat difermentasi dan hasilnya setara dengan 400-600 gallons etanol per acre, atau kira-kira dua kali lebih tinggi dibanding jagung.

Produktivitas bioetanol sorgum di Amerika Serikat mencapai 10.000 liter/ha, India 3.000–4.000 liter/ha dan China 7000 liter/ha. Sebagai bahan bakar bio (biofuel), bioetanol sorgum digunakan dalam beberbagai keperluan, misalnya dicampur dengan bensin (premium) untuk kendaraan bermotor atau yang lebih dikenal sebagai gasohol. Di India, selain untuk gasohol, bioetanol sorgum juga digunakan sebagai bahan bakar untuk lampu penerangan (pressurized ethanol lantern) disebut “Noorie” yang menghasilkan 1.250-1.300 lumens (kira-kira setara dengan bola lampu 100 W). Bioetanol sorgum juga digunakan sebagai bahan bakar kompor pemasak (pressurized ethanol stove) yang menghasilkan kapasitas panas 3 kW.

China adalah salah satu negara yang telah berhasil mengembangkan sorgum manis sejalan dengan upaya peningkatan produktivitas lahan-lahan bermasalah atau marginal. Pada lahan-lahan semacam itu, ditambah dengan minimnya ketersediaan air untuk pertanian, menyebabkan kesulitan untuk budidaya tanaman tebu (sugar cane) di 20 provinsi yang terletak sepanjang lembah Yellow and Yangtze Rivers. Kondisi ini menyebabkan China harus impor gula sebanyak 2 juta ton per tahun. Menurut hasil riset para ahli China, pada daerah tersebut sangat potensial untuk ditanami sorgum manis karena sorgum manis memerlukan lebih sedikit air dibanding tebu, yaitu hanya sepertiganya saja. Sementara itu, periode pertumbuhan sorgum manis (3-4 bulan) lebih pendek dibanding tebu (7 bulan) sehingga memungkinkan sorgum manis dapat dipanen dua kali dalam setahun. Melalui program risetnya China telah berhasil mengembangkan industri bioetanol sorgum dengan produktivitas 7000 liter/ha.

Secara tradisional, bioetanol sebenarnya telah lebih lama diproduksi dari molases hasil limbah pengolahan gula tebu (sugar cane). Walaupun harga molases tebu relatif lebih murah, namun bioetanol sorgum memiliki peluang dapat berkompetisi mengingat beberapa kelebihan sorgum manis dibanding tebu sebagai berikut:

  • Tanaman sorgum memiliki produksi biji dan biomass yang jauh lebih tinggi dibanding tanaman tebu.
  • Adaptasi sorgum jauh lebih luas dibanding tebu sehingga sorgum dapat ditanam di hampir semua jenis lahan, baik lahan subur maupun lahan marjinal.
  • Tanaman sorgum memilki sifat lebih tahan terhadap kekeringan, salinitas tinggi dan genangan air dibanding tanaman tebu.
  • Kebutuhan air untuk tanaman  sorgum hanya sepertiga dari tanaman tebu.
  • Sorghum memerlukan pupuk relatif lebih sedikit dan pemeliharaannya lebih mudah daripada tanaman tebu.
  • Laju fotosintesis dan pertumbuhan tanaman sorgum jauh lebih tinggi dan lebih cepat dibanding tanaman tebu.
  • Menanam sorgum lebih mudah, kebutuhan benih hanya 4,5–5 kg/ha dibanding tebu yang memerlukan 4.500–6.000 kg stek batang.
  • Umur panen sorgum lebih cepat yaitu hanya 3-4 bulan, dibanding tebu yang dipanen pada umur 7 bulan.
  • Sorgum dapat diratun sehingga untuk sekali tanam dapat dipanen beberapa kali.

Industri bioetanol memerlukan lahan untuk perkebunan sorgum manis yang luas dan pertanaman harus dilakukan sepanjang tahun, dan sebaiknya tidak memanfaatkan lahan-lahan yang merupakan lahan pertanaman pangan. Dengan asumsi produktivitas sorgum dalam menghasilkan bioetanol sebesar 2000-3500 liter/ha/musim tanam atau 4000-7000 liter/ha/tahun (di Indonesia bisa tanam 2 musim), maka untuk menghasilkan 60 juta kilo liter/tahun bioetanol akan diperlukan lahan seluas 15 juta hektar. Belajar dari China, mungkin kita dapat mengarahkan pengembangan sorgum manis di lahan seluas itu sejalan dan searah dengan pemanfaatan lahan-lahan marginal, lahan tidur, atau lahan non-produktif lainnya yang dijumpai sangat luas terdapat di negeri kita, sehingga tidak akan berkompetisi dengan tanaman lain.

Peluang sorgum manis dikembangkan pada lahan kering cukup luas, baik pada wilayah beriklim basah (Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua) maupun wilayah beriklim kering (Nusa Tenggara, Sulawesi Tenggara, dan sebagian Sumatera dan Jawa). Total lahan kering diperkirakan seluas 143.9 juta hektar. Dari luasan tersebut, 31.5 juta ha berupa lahan kering dengan topografi yang datar berombak (kemiringan lereng < 8 %) dan sesuai untuk dibangun perkebunan sorgum. Tanah di lahan kering beriklim basah pada umumnya bersifat masam dan merupakan ciri khas sebagian besar wilayah Indonesia. Lahan-lahan bertanah masam mempunyai tingkat kesuburan tanah yang rendah, dan menjadi kendala dalam produksi tanaman pertanian pada umumnya. Melalui program pemuliaan tanaman, mungkin perlu diteliti genotipe sorgum yang mampu beradaptasi dengan baik pada kondisi lahan pertanian semacam itu.

 

SUMBER : http://www.batan.go.id/patir/_berita/pert/sorgum/sorgum_etanol.html

May 11
Sorghum Syrup
icon1 ridwanrizky | icon2 knowledge | icon4 05 11th, 2011| icon3Comments Off on Sorghum Syrup

Steve Diver and Julia Sampson
NCAT Agriculture Specialist
© NCAT 2003
CT139

 

Abstract

Sorghum syrup is a natural sweetener made by processing juice squeezed from the stalks of certain types of sorghum. Sweet sorghum is ideally suited to the small, diversified farm, as the various parts of the plant can be used for livestock or poultry feed, and waste can be composted, in addition to the sorghum syrup produced. This publication discusses some of the equipment and facilities that can be used in sorghum syrup production, and offers sources of additional information.

The enclosures referenced in this publication are available in print only.
Please call our toll free number to receive a copy at 1-800-346-9140.

Sorghum syrup is a natural sweetener made by processing juice squeezed from the stalks of certain types of sorghum (Sorghum bicolor) called sweet sorghum or sorgo. Sweet sorghum is grown for syrup or forage, whereas most other sorghums, commonly referred to asmilos or kafirs, are grown for grain. Sweet sorghums resemble grain sorghum at maturity except that they are about three times taller, reaching a height of 12 feet or more.

Specialized milling equipment is necessary to extract the juice, and evaporative pans with heating units are used to steam off excess water, leaving syrup. It takes about 8 gallons of juice to make 1 gallon of syrup.

The correct label for sorghum syrup is “sorghum syrup” or “pure sorghum.” Molasses, unsulphured molasses, cane molasses, and cane syrup are byproducts of sugarcane processing and sugar crystallization. “Sorghum molasses” is a blend of sorghum syrup and sugarcane molasses.

Sweet sorghum is ideally suited to the small diversified farm. The seed heads (which are cut off prior to processing) can be fed to chickens. The grain, leaves, and stalks of sweet sorghum can be fed to ruminant livestock. Bagasse, the organic waste from sorghum syrup processing, can also be fed to livestock, or composted and returned to the fields.

Traditionally, the use of herbicides, insecticides, and fungicides is minimal or eliminated altogether in the production of sorghum syrup. Farmers raising sweet sorghum will need to use good cultural practices—such as crop rotations, cover crops, and timely cultivation—to avoid weed problems. Some growers may want to tap into the burgeoning organically grown niche market.

Yields of 200 to 300 gallons of syrup per acre are possible, though 120-130 gallons is an average yield. Wholesale prices for sorghum syrup run about $12-$15 per gallon. In a crop budget analysis done by the Kerr Center in Oklahoma, a sorghum enterprise realized profitable returns to land and management at a yield of 112 gallons per acre selling for $18 per gallon. (1) Many small-scale growers aim for $30 per gallon. Niche marketing, smaller jars, and fancy labeling are methods used to achieve this goal.

In the past, sorghum mills were a common feature of southern agriculture. Farmers could process their crop at local mills, often on a share arrangement with the mill owner. One of the biggest challenges facing new producers today is the lack of milling equipment. Most growers rely on used equipment manufactured decades ago for the sorghum syrup and sugarcane industries.

As an alternative to a sorghum mill on every farm, Alcorn State University in southern Mississippi sponsors a mobile sorghum “juice” pressing trailer that is loaned out during sorghum season. William Patton (2), agronomy specialist, can provide further information and details, in case a cooperative venture like this could be feasible in your region.

Stainless steel, galvanized steel, or copper pan evaporators are the other major equipment item associated with sorghum syrup production. Pan evaporators are usually custom-manufactured and are available through suppliers to the sorghum syrup, sugarcane, and maple sugar industries. A refractometer, thermometer, fuel burner, enzymes, containers, and labels are other supplies needed to process and market sorghum syrup.

For processing commercial sweet sorghum, clean facilities are important because the product is sold as a food item to the public. Some states require a food processor permit, and others may want to inspect processing and packing areas.

Variety selection is an important consideration and is somewhat region-specific, according to climate and soil type. Qualities to evaluate when selecting a variety include: days to maturity, growth habits matched to harvest equipment, stalk size, and cold tolerance.

The Mississippi Agricultural and Forestry Experiment Station (MAFES) Foundation Seed Stocks supplies certified seed for sweet sorghum varieties—Dale, Theis, M81-E, Topper 76-6—adapted to the Mid-South region.

contact:

MAFES Foundation Seed Stocks
Mississippi State University
P.O. Box 9811
Mississippi State, MS 39762
662-325-2390
662-325-8118 FAX
Rvaughan@pss.msstate.edu

Townsend Sorghum Mill in Jeffersonville, Kentucky, is a good source of sorghum syrup
varieties adapted to conditions north of Memphis, Tennessee. Contact:

Townsend Sorghum Mill
11620 Main Street
Jeffersonville, KY 40337
606-498-4142
Contact person: Danny Townsend

Sweet sorghum is widely adapted to the U.S., with commercial production in at least 26 states. Land-grant universities in Kentucky, Tennessee, Alabama, and Georgia have conducted research and published materials on producing and processing sweet sorghum. Selected educational materials from Kentucky, Tennessee, and New York are enclosed for your information.

The National Sweet Sorghum Producers and Processors Association (NSSPPA) holds a meeting on the first weekend of March each year. The meeting location rotates between Bowling Green, Kentucky, and Nashville, Tennessee. The association publishes a newsletter to exchange information among producers, as well as a directory. According to NSSPPA, there are 500-700 sorghum syrup producers in the U.S. raising a total of 25,000 to 30,000 acres.

For NSSPPA membership and newsletter information, contact:

Johnny Hensley
NSSPPA Executive Secretary
P.O. Box 202
Burnsville, NC
828-682-6894
nssppa2010@frontier.com

 

Web Resources

Sorghum for Syrup
Alternative Field Crops Manual (Univ of WI, Univ of MN)

Production of Sweet Sorghum for Syrup in Kentucky, AGR-122
University of Kentucky
www.ca.uky.edu/agc/pubs/agr/agr122/agr122.pdf [PDF/196K]

Processing Sweet Sorghum for Syrup, AGR-123
University of Kentucky
www.ca.uky.edu/agc/pubs/agr/agr123/agr123.pdf [PDF/1.5M]

Growing Sweet Sorghum for Syrup
University of Georgia

Syrup Sorghums for Texas, L-5146 (PDF/ 106K]
Texas A&M University

Sweet Sorghum Culture and Syrup Production, ANR-625
Alabama Cooperative Extension Service

Farm Production of Sorgo Sirup
USDA Farmers’ Bulletin No. 1791 (1938)

Culture of Sorgo for Sirup Production
USDA Farmers’ Bulletin No. 2100 (1957)
www.wvu.edu/~agexten/forglvst/Bulletins/2100.pdf [PDF/3.6M]

Culture of Sweet Sorghum for Sirup Production
USDA Agriculture Handbook No. 441 (1973)
www.wvu.edu/~agexten/forglvst/Bulletins/441a.pdf [PDF/868K]

Sugarcane and Sorghum Sirup for Home Use
Clemson Agricultural College Bulletin No. 105 (1945)
www.wvu.edu/~agexten/forglvst/Bulletins/105.pdf [PDF/1.7M]

Factors Influencing the Yield and Quality of Sorgo Sirup Produced in West Virginia
WVU Ag. & Forestry Experiment Station Bulletin 450 (1961)
www.wvu.edu/~agexten/forglvst/Bulletins/450.pdf [PDF/413K]

Costs and Returns from Producing and Processing Sorghum Syrup
University of Tennessee Agric. Exp. Stat. Bull. No. 363 (1963)
www.wvu.edu/~agexten/forglvst/Bulletins/363.pdf (PDF /795K]

MAFES Foundation Seed Stocks Maintains Seed of Four Sweet Sorghum Varieties

Sorghum Molasses in the Ozarks—Bittersweet Style
Bittersweet, Vol. 1, No. 3 Spring 1974

Syrupmakers.com

Ken Christison’s Cane Mill Page

The Southern Matters Sugar Cane Operations Page

Ken’s Christison’s Cane Mill Catalogs

Sweet Sorghum (Sometimes Called Sorghum Molasses)
Ken Christison and Keith Kinney


Sorghum Syrup
By Steve Diver and Julia Sampson
NCAT Agriculture Specialists
Tiffany Nitschke, HTML Production
CT139
Slot 141

 

 

 

Mar 20
Komputer Layar Sentuh Industri
icon1 ridwanrizky | icon2 knowledge | icon4 03 20th, 2011| icon31 Comment »

The WL7000 adalah baru Interweigh Touch Screen Industri XP Sistem Komputer. Awalnya disusun sebagai suatu komputer industri, WL7000 dapat mengisi berbagai peran beragam. Model stainless steel kami memiliki Shell kandang perma yang akan terakhir dan terlihat baik selama bertahun-tahun dan cocok untuk penyebaran pengolahan makanan. Sepenuhnya mampu menahan sapuan bawah tempat kerja, semua konektor interface IP minimal 67 peringkat sementara kandang ini kompatibel dengan rating 55 IP. Kami menawarkan berbagai USB tahan air, RS232 Ethernet dan kabel listrik untuk kenyamanan pelanggan kami.

Terbukti Solusi Industri
Shop Lantai Durability

Unik WL7000 adalah eksklusif kami One Way PosiPressure sistem ventilasi dimana pukulan kipas pendingin untuk kasus daripada dikeluarkan. Hal ini menciptakan tekanan positif dalam perumahan yang membuat debu dari memasukkan sembarang jahitan atau bukaan. Exhaust dari unit keluar melalui ruang penyekat yang memungkinkan udara keluar namun tetap air masuk.

Untuk memastikan layanan hidup terpanjang dan pengembalian yang terbaik atas investasi Anda sentuh layar komputer industri WL7000 fitur Open Source Mounting. WL7000 ini dirancang untuk menerima motherboard, power supply dan monitor dari produsen manapun. Tidak lagi Anda akan bergantung pada pemasok tunggal untuk bagian atau layanan dan upgrade ke unit yang cepat dan mudah, yang memungkinkan Anda untuk mengambil keuntungan dari teknologi baru karena mereka muncul, tanpa batas waktu. Mudah layanan, bagian depan seluruh unit ayunan bawah untuk memungkinkan akses lengkap untuk semua komponen elektronik, baik untuk layanan atau upgrade.

Standar dengan WL7000 adalah 17 “LCD layar sentuh Dengan menggunakan teknologi inframerah terbukti layar sentuh sedangkan kasar dan tahan lama pada saat yang sama yang paling sensitif terhadap sentuhan masukan.. Menggunakan sistem LCD mounting dikembangkan oleh diri kita sendiri dan pemanas onboard, WL7000 bisa digunakan dalam lingkungan lemari es atau di luar rumah, bahkan di musim dingin.

Bagaimana keuntungan bisnis Anda:

  • tempat kerja non linier meningkatkan efisiensi
  • Kuat, diandalkan, konstruksi kualitas industri
  • Standar koneksi antarmuka (USB, DB9, RJ45)
  • Pilihan perangkat lunak tak terbatas
  • Disesuaikan solusi untuk kebutuhan pasti Anda
  • Cocok untuk semua industri

sistem komputer layar sentuh

Solusi Mencegah Scalable keusangan
Dirancang untuk menerima standar komponen komersial kelas komputer, sentuhan WL7000 layar komputer akan memberikan masa kerja dan dapat dengan mudah ditingkatkan sebagai kemajuan teknologi dan software. Hal ini memastikan bahwa investasi anda akan menunjukkan kembali selama bertahun-tahun yang akan datang.

layar sentuh komputerWL7000 – Spesifikasi

  • Prosesor Via C7 1.5Ghz NanoBGA2
  • VIA CN700 North Bridge
  • VIA VT8237R-Seri South Bridge
  • Sistem Memory 1 slot DIMM DDR2 400/533 hingga ukuran memori 1GB
  • VGA – Integrated VIA UniChrome ™
  • Pro AGP grafis dengan akselerasi MPEG-2
  • Expansion Slots 1 PCI
  • Onboard IDE – 2 WL7000DMA 133/100/66 Konektor
  • Onboard LAN – VIA VT6122 Gigabit Ethernet Controller
  • Onboard Audio – VIA VT1618 8-channel AC’97 Codec
  • Onboard TV Out – VIA VT1625M HDTV Encoder
  • Onboard 1394 – VT6307S VIA IEEE 1394 Firewire
  • Waterproof Konektor Eksternal – 1 RJ-45 LAN port – 1 port Serial – 4 USB 2.0 port – 3 Pin Konektor AC
  • Onboard I / O Connectors1 USB pin header untuk tambahan 2 port USB 2.0
    1 1394 pin header untuk port 1394
    1 SIR pin header (IRDA 1.0)
    1 S-ATA Connectors
    1 LPC pin header
    1 Front panel audio pin header (MIC-in dan Line-out)
    1 Serial port pin header untuk port com kedua
    1 CIR pin header (Switchable untuk KB / MS)
    2 Fan konektor: CPU / Sys FAN
    2 S / PDIF konektor: (S / PDIF-in dan S / PDIF-out)
    1 Komponen (YPbPr) video pin header
    1 SM Bus pin header
    1 LVDS / TTL / DVI konektor modul (add-on kartu diperlukan)
    1 Front-Panel pin header
    1 ATX Power Konektor Back Panel I / O
    1 PS2 Mouse Port – 1 PS2 Keyboard port
    1 VGA port – 1 port RCA (S / PDIF atau TV out)
    1 port S-Video
    3 Audio jack: line-out, line-in dan mic-in (Horisontal, Smart 5.1 Dukungan)
  • BIOS Award BIOS, memori flash LPC 4/8Mbit
  • Sistem Monitoring & Manajemen – CPU temperatur membaca, pendingin CPU tegangan – Wake-on-LAN, Keyboard-Power-on, Timer-Power-on, Watch Dog Timer, kontrol FAN – Sistem manajemen daya, daya AC pemulihan kegagalan
  • Suhu Operasional – 15 ~ 50 ° C
  • Kelembaban Operasional 0% ~ 95% (kelembaban relatif; non-kondensasi)
  • Spesifikasi ini dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya.

sumber : http://www.interweigh.ca/touchscreens.htm

Mar 20
Komputer dalam Desain dan Manufaktur
icon1 ridwanrizky | icon2 knowledge | icon4 03 20th, 2011| icon3Comments Off on Komputer dalam Desain dan Manufaktur

Terpadu Resource ManagementKomputer memainkan peran yang semakin penting dalam hidup kita. Sejalan dengan penerapan teknologi terbaru merupakan tantangan bagi kita semua. Dalam industri makanan, seperti dalam manufaktur pada umumnya, komputer sedang dimanfaatkan merancang produk makanan, pengolahan makanan dan mengelola operasi dan sumber daya dari sebuah pabrik pengolahan makanan. produsen membutuhkan untuk mengikuti teknologi terbaru untuk tetap kompetitif.

Sistem berbasis komputer di bidang manufaktur yang dikenal sebagai CAD, CAM, MRPII, dan CIM. Walaupun penggunaannya lebih terbatas dalam industri makanan daripada di lingkungan manufaktur lain, konsep-konsep ini semakin penting cepat dalam aplikasi mereka untuk pengolahan makanan.

APICS, Produksi Amerika dan Inventory Control Society, mendefinisikan singkatan mewakili sistem berbasis komputer berbagai sebagai berikut:

CAD (Computer-Aided Design) – Penggunaan komputer dalam gambar teknik interaktif dan penyimpanan desain. Program lengkap tata letak, transformasi geometri, proyeksi, rotasi, perbesaran dan pandangan interval (cross-section) dari bagian dan hubungannya dengan bagian lain.

CAM (Computer-Aided Manufacturing) – Gunakan komputer untuk mengarahkan dan mengendalikan peralatan produksi, program dalam fabrikasi item diproduksi.

MRPII (Manufacturing Resource Planning) – Sebuah metode untuk perencanaan yang efektif dari semua sumber daya perusahaan manufaktur.

CIM (Computer-Integrated Manufacturing) – Integrasi organisasi manufaktur total melalui penggunaan sistem komputer dan filosofi manajerial yang dapat meningkatkan organisasi efektifitas, penerapan komputer untuk menjembatani sistem komputerisasi berbagai dan menghubungkan mereka ke dalam yang terintegrasi, utuh koheren. Misalnya, anggaran, CAD / CAM, proses kontrol, sistem teknologi kelompok, MRPII, sistem pelaporan keuangan, dll, terkait dan dihubungkan.

Lebih lanjut tentang MRP II

MRP II adalah, bisnis informasi berbasis komputer manajemen alat yang membantu produsen menghasilkan “benar” produk pada waktu yang “benar”. MRP II, digunakan secara efektif, mengintegrasikan semua fungsi perusahaan untuk mendukung strategi perusahaan secara keseluruhan, memanfaatkan akurat, informasi yang konsisten dan tepat waktu.

MRP II adalah sebuah teknologi Amerika yang telah berkembang secara bertahap selama 30 tahun terakhir. Manfaat bagi pengguna MRP II termasuk mengurangi lead time pengiriman, kekurangan produk berkurang, investasi berkurang persediaan, pengukuran kinerja segera dan pelaporan, pengenalan produk lebih cepat baru, kontrol biaya yang lebih baik, meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kualitas kehidupan kerja.

Perusahaan yang telah sangat berhasil menerapkan MRP II, atau Kelas A pengguna, semua memiliki dua hal yang sama: 1) program pendidikan rinci untuk karyawan dan 2) Karyawan yang berkomitmen untuk mendukung dan mempertahankan integritas data dari sistem.

Tujuan dari modul ini adalah untuk memberikan gambaran tingkat tinggi dari beberapa itu, interkoneksi disiplin yang harus bergabung dalam sebuah sistem, satu orang berorientasi checks and balances untuk mencapai gaya MRP II manajemen. Anda akan melihat bahwa MRP II, digunakan secara efektif, adalah manajemen top-down sistem kontrol dengan model berbasis komputer untuk memandu pengambilan keputusan. Model ini bergantung pada umpan balik dari bawah ke atas untuk memperbaiki asumsi dan untuk mencerminkan realitas.Proses ini disebut loop tertutup manajemen.

sumber :http://www.ift.org/Knowledge-Center/Learn-About-Food-Science/Become-a-Food-Scientist/Introduction-to-the-Food-Industry/Lesson-4/Computers-in-Design-and-Manufacturing.aspx

Mar 17
Mengembangkan Sumber Pangan Lokal “Es Krim Kacang Merah”
icon1 ridwanrizky | icon2 knowledge | icon4 03 17th, 2011| icon3Comments Off on Mengembangkan Sumber Pangan Lokal “Es Krim Kacang Merah”

Indonesia memiliki banyak potensi pangan local diantaranya dari jenis kacang-kacangan. Pemanfaatan kacang-kacangan lokal merupakan alternative  sumber protein nabati yang murah dan dapat terjangkau oleh masyarakat Indonesia. Indonesia memiliki beraneka jenis kacang-kacangan yang potensinya belum sepenuhnya tergali. Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.),kacang hijau (Phaseolus radiatus L.) dan kacang tunggak (Vigna unguiculata) merupakan jenis kacang yang berpotensi untuk dikembangkan dalam berbagai produk industri pangan (Husaini, 2000).

Manfaat kacang-kacangan sebagai bahan baku pangan disebabkan karena memiliki nilai gizi yang tinggi dilihat dari kandungan proteinnya dan vitamin B1, sehingga dapat dikonsumsi secara langsung, sebagai bahan makanan dan bahan baku olahan produk industri pangan. Salah satu jenis kacang-kacangan yang sangat baik dikonsumsi adalah kacang merah.Kandungan protein yang cukup tinggi dari kacang merah (29,1%) menjadikan salah satu alasan untuk melakukan diversifikasi kacang merah tersebut menjadi berbagai macam produk olahan.

Kacang merah tergolong makanan nabati kelompok kacang polong (legume); satu keluarga dengan kacang hijau, kacang kedelai, kacang tolo, dan kacang uci. Ada beberapa jenis kacang merah diantaranya adalah red bean, kacang adzuki (kacang merah kecil), dan kidney bean (kacang merah besar). Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) merupakan jenis kacang yang berpotensi untuk dikembangkan dalam berbagai produk industri pangan (Husaini, 2000).

Manfaat Nutrisi Kacang Merah.

Kandungan gizi yang cukup baik dari kacang merah akan sangat menguntungkan bagi kesehatan tubuh manusia apalagi jika diolah secara baik dan benar. Berikut beberapa manfaat dari kacang merah.

  • Kacang merah adalah bahan makanan yang baik untuk menurunkan kolesterol.
  • Mencegah resiko diabetes karena kandungan karbohidrat kompleknya berglikemik indek rendah dan termasuk lamban cerna.
  • Membantu pematangan sel darah merah, membantu sintesa DNA dan RNA, serta menurunkan level homosistein dalam pembuluh arteri (sehingga mengurangi resiko penyakit jantung) dengan kandungan folat dan vitamin B6;
  • Kacang merah merupakan sumber serat yang baik. Dalam 100 gram kacang merah kering, dapat menghasilkan 4 gram serat yang terdiri dari serat yang larut air dan serat yang tidak larut air. Serat yang larut air secara nyata mampu menurunkan kadar kolesterol dan kadar gula darah, membantu mencegah penyakit jantung serta memperlancar pencernaan (anti sembelit)
  • Membantu program diet karena seratnya akan membuat Anda merasa kenyang dan kalorinya juga sangat rendah. Apalagi kandungan protein nabatinya akan bermanfaat untuk perkembangan massa otot tubuh;
  • Mengandung zat folasin yaitu zat gizi esensial yang mampu mengurangi resiko kerusakan pembuluh darah.
  • Mengandung Thiamin yang menjaga fungsi sistem syaraf, metabolisme karbohidrat, dan mencegah penyakit beri-beri;
  • Menjaga kesehatan kulit dengan kandungan vitamin B6;
  • Membantu proses pembekuan darah pada luka
  • Membantu pembentukan komponen utama sel-sel darah merah, pembentukan enzim, pembentukan tulang, mencegah resiko anemia (darah rendah) dengan kandungan zat mineral zinc, besi, dan tembaga;

Kacang merah bisa dimanfaatkan sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Selain disajikan di kalangan rumah tangga dengan olahan tradisonal (dimasak menjadi bubur, sup atau campuran sayur, nasi tim) , ternyata kacang merah merupakan makanan berkelas dan biasa dikonsumsi juga oleh kalangan menengah ke atas. Banyak kalangan rumah makan hingga restoran yang memanfaatkan kacang merah ini sebagai makanan fungsional yang bernilai tawar relatif tinggi.

Kacang merah dapat dolah menjadi roti tawar kacang merah, schotel kacang merah, crakers kacang merah,dapat dimasak menjadi selai manis yang digunakan sebagai pengisi beberapa kue seperti bakpau, kue bulan, kue moci, kue dorayaki, donat isi, dan lain-lain serta diolah menjadi es krim kacang merah.  Industri es krim kini semakin berkembang. Jika dicermati, usaha ini sangat berpeluang untuk dikembangkan. Anda bisa mulai dari rumah dengan modal yang tidak terlalu besar.

Langkah-langkah pembuatan es krim kacang merah:


Bahan:

  • 375 ml susu cair
  • 200 gr kacang merah kering. Rendam selama 1 malam, tiriskan dan rebus hingga lunak lalu tumbuk kasar
  • 5 kuning telur ayam
  • 75 gr gula palem
  • 75 gr gula pasir
  • 125 ml krim kental

Cara:

  1. Rebus susu dan kacang merah di atas api kecil hingga susu mendidih dan berubah warna. Angkat, dinginkan. Sisihkan.
  2. Campur kuning telur, gula palem, dan gula pasir. kocok hingga pucat dan kental.
  3. Tuangkan dalam larutan susu sedikit demi sedikit sambil kocok rata. Tambahkan krim kental, kocok kembali hingga rata.
  4. Tempatkan dalam wadah bertutup, simpan dalam freezer selama 8 jam atau 1 malam hingga beku. keluarkan, keruk dengan sendok hingga es krim tidak beku.
  5. Kocok kembali hingga lembut. Masukkan kembali ke dalam freezer. ulangi langkah no.4 dan no. 5 sebanyak 3 kali. Sajikan.

Nb: Untuk mempermudah dan mempercepat pembuatan es krim dapat digunakan alat khusus pembuat es krim.

sumber :http://bisnisukm.com/mengembangkan-sumber-pangan-lokal-es-krim-kacang-merah.html

Mar 17
Mendefinisikan Cyber Extension
icon1 ridwanrizky | icon2 knowledge | icon4 03 17th, 2011| icon3Comments Off on Mendefinisikan Cyber Extension

Akhir-akhir ini teman-teman penyuluh maupun aktivis pertanian begitu familiar untuk menyebutkan kata-kata cyber extension. Termasuk teman-teman di daerah juga sudah fasih dan familiar dengan 2 kata asing ini. Namun sampai sekarang kita juga masih agak terbingung-bingung dengan peristilahan ini apalagi sumbernya dari bahasa asing. Seharusnya teman-teman di Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian, Kementrian Pertanian bisa mencari istilah lain dalam bahasa Indonesia sehingga lebih enak untuk disebutkan dan lebih familiar dengan para penyuluh maupun petani. Tapi ngga masalah,mungkin karena mereka kesulitan untuk mencari istilah yang lebih pas dengan bahasa Indonesia, kalau ada mungkin terlalu panjang sehingga malah makin susah diingat. Itung-itung sambil belajar bahasa Ingris..he..3x.

Karena sering ditanya beberapa teman akhirnya saya nyoba juga cari informasi yang mendetil mengenai cyber extension ini. Tanya sana-saini terutama dengan Om Google. akhirnya dapat juga walaupung mungkin masih perlu juga kita sempurnakan.

Cyber extension terdiri dari 2 kata yaitu cyber dan extension. Cyber menurut Oxford Dictionary berarti yang berhubungan dengan Teknologi Informasi, Internet, dan virtual reality.

Pengertian yang berhubungan dengan hal ini adalah Cyber Space yaitu ruang imajiner atau Virtual komputer yang terhubung satu sama lain pada Jaringan, di seluruh dunia. Komputer ini dapat mengakses informasi dalam bentuk Teks, Grafik, audio, video dan file animasi. Perangkat lunak pada jaringan menyediakan fasilitas untuk mengakses informasi secara interaktif dari server dihubungkan. Cyber space dapat didefinisikan sebagai ruang imajiner di belakang jaringan telekomunikasi dan komputer saling berhubungan, dunia maya.

Sedangkan kata yang kedua adalah Extension. Extension secara harfiah dapat disebut sebagai “tindakan atau proses memperluas atau memperpanjang sesuatu”. Itu bisa Perluasan area, waktu maupun ruang.

Sebelum kita mendefinisikan pengertian extension lebih lanjut alangkah baiknya apabila kita terlebih dahulu memahami pengertian Penyuluhan Pertanian. Penyuluhan Pertanian menurut Dr D. Benor adalah berkaitan dengan proses pelaksanaan teknologi pertanian ilmiah untuk petani dalam rangka untuk memungkinkan dia untuk memanfaatkan pengetahuan dan ekonomi yang lebih baik. penyuluhan Pertanian berusaha untuk memberikan keterampilan yang diperlukan kepada para petani untuk melakukan operasi pertanian ditingkatkan, untuk membuat tersedia bagi mereka informasi yang tepat waktu perbaikan praktek-praktek dalam bentuk yang mudah dimengerti sesuai dengan tingkat melek huruf dan kesadaran, dan menciptakan di dalamnya sikap yang menguntungkan bagi inovasi dan perubahan (Benor 1984 et al.).

Penyuluhan adalah proses terus-menerus mendapatkan informasi yang berguna untuk orang (dimensi komunikasi) dan kemudian dalam membantu orang-orang untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk memanfaatkan secara efektif ini informasi atau teknologi (dimensi pendidikan).

Jadi Extension atau penyuluhan adalah sebuah mekanisme sentral dalam proses pembangunan pertanian, baik dari segi transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia (Samanta, 1993).

Cyber extension dapat didefinisikan sebagai “Extension on Cyber Space”. Seperti kata Extension subyek-netral, begitu juga Cyber Extension. Namun dalam konteks yang diterapkan dalam bidang pertanian, maka Cyber Extension dapat diartikan sebagai sebuah upaya untuk menggunakan kekuatan jaringan online, komunikasi komputer dan multimedia interaktif digital untuk memfasilitasi penyebarluasan teknologi pertanian.

penggunaan cyber extension sangat efektif dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, Jaringan informasi nasional maupun internasional, Internet, Sistem pakar, Sistem pembelajaran multimedia dan sistem pelatihan berbasis komputer untuk meningkatkan akses informasi kepada Petani, Penyuluh, Ilmuwan, Peneliti dan Manager penyuluhan.

Namun perlu kita sadari dengan seksama bahwa Cyber extension bukan untuk menggantikan sistem komunikasi yang selama ini dipergunakan. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) akan menambah / meningkatkan jangkauan dan interaksi dua arah antara para stakeholder kunci. Teknologi baru ini menawarkan kesempatan baru yang lebih luas dan potensi yang lebih besar. Hal ini bukan hanya menambah interaktivitas, juga akan menambah kecepatan, menambahkan komunikasi dua arah, menambah usia sebuah pesan / materi menjadi lebih lama dan juga pesan/materi menjadi lebih mendalam. Hal ini juga akan memperluas cakupan penyuluhan pertanian dan meningkatkan kualitas penyuluhan yang kita laksanakan.

Keuntunganya adalah akan mengurangi biaya dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk penyelenggaraan penyuluhan. Mengurangi ketergantungan pada begitu banyak aktor dalam rantai sistem penyuluhan dan terus terang itu akan mengubah metode seluruh penyuluhan di masa yang akan datang. Pembangunan secara cepat teknologi telekomunikasi dan teknologi informasi berbasis komputer (IT) mungkin adalah faktor terbesar untuk perubahan dalam penyuluhan pertanian. Salah satu yang akan memfasilitasi dan memperkuat perubahan lainnya. Ada banyak kemungkinan untuk aplikasi yang potensi teknologi dalam penyuluhan pertanian (FAO, 1993; Zipp, 1994).

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan membawa pelayanan informasi baru ke daerah pedesaan yang petani, sebagai pengguna, akan memiliki kontrol lebih besar, lebih dari pada saluran informasi terkini. Bahkan jika setiap petani tidak memiliki terminal komputer, ini bisa disediakan di pusat sumber daya informasi lokal, dengan membawa komputer sistem pakar untuk membantu petani untuk membuat sebuah keputusan. Namun, tidak akan membuat tugas penyuluhmenjadi berlebihan. Sebaliknya, mereka akan mampu berkonsentrasi pada tugas dan layanan di mana interaksi manusia menjadi sangat penting dalam membantu petani secara individual maupun dalam kelompok kecil untuk mendiagnosa masalah, untuk menafsirkan data, dan menerapkan makna mereka (Leeuwis, 1993).

(Tulisan bersumber dari Karya DR.VP.Sharma dengan judul aslinya : Cyber Extension : Connecting farmers’ in India – Some experience.) VP/Sharma adalah
Director (Information Technology, Documentation and Publications) and Computers & Communications Specialist
NATP, National Institute of Agricultural Extension Management (MANAGE)

sumber :http://www.penyuluhpertanian.com/mendefiniskan-cyber-extension/.html

Mar 13
manfaat jagung
icon1 ridwanrizky | icon2 knowledge | icon4 03 13th, 2011| icon36 Comments »

potensi-bisnis-olahan-jagung

Jagung merupakan salah makan pokok bangsa indonesia disamping makanan pokok yang lain (sagu, padi/beras). Namun terkadang kita kurang memahami betapa banyak manfaat yang ada dalam jagung ini. bahkan penderita diabetespun dianjurkan untuk makan nasi jagung, berikut ini beberapa manfaat dari buah jagung.

Siapa yang tak kenal tanaman sibuah kuning keemasan, JAGUNG termasuk salah satu bahan makanan pokok masyarakat Indonesia yang kurang begitu diminati, selain gaplek dan sagu tentunya. Padahal secara kandungan gizi jagung memiliki komposisi zat-zat makanan yang lebih komplet daripada beras. Selain sebagai sumber utama karbohidrat, bahan pangan pokok penduduk asli Madura Jawa Timur ini juga mengandung zat gizi lain seperti: Energi (150,00kal), Protein (1,600g), Lemak (0,60g), Karbohidrat (11,40g), Kalsium (2,00mg), Fosfor (47,00mg), Serat (0,40g), Besi (0,30mg), Vit A (30,00 RE), Vit B1 (0.07mg), Vit B2 (0,04mg), Vit C (3,00mg), Niacin0,(60mg).

Dengan berbagai kandungan zat yang dimiliki jagung tersebut, tak mengherankan bila jagung juga dikenal sebagai bahan pangan yang cukup berkhasiat antara lain sebagai pembangun otot dan tulang, baik untuk otak dan sistem syaraf, mencegah konstipasi, menurunkan risiko kanker dan jantung, mencegah gigi berlubang, serta minyaknya dapat menurunkan kolesterol darah.
Selain itu juga nasi jagung dinilai memiliki manfaat lain yaitu:

1. Melancarkan buang air keci

Untuk melancarkan buang air kecil cukup kita rebus 50 gram rambut jagung yang sudah dicuci bersih dengan 1 liter air. minum air rebusan tersebut 2 – 3 kali sehari.

2. Mengobati diare

Tumbuk sampai halus tongkol jagung yang telah dicuci bersih tambahkan air 1 gelas. minum ramuan ini 2 – 3 kali.

3. Melancarkan ASI

Buah jagung juga dapat digunakan untuk melancarkan ASI. rebus buah jagung dan makan seperti biasanya. dan masih banyak manfaat yang lain dari bauh jagung.

Semoga bermanfaat.

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4507225

Mar 13
ayam rica-rica
icon1 ridwanrizky | icon2 knowledge | icon4 03 13th, 2011| icon3Comments Off on ayam rica-rica

ayam-rica

Bahan – bahan :

  • 1 ekor ayam sedang
  • 1 cangkir minyak goreng
  • 300 cc air

Bumbu :

  • 6 butir bawang merah
  • 2 buah tomat
  • 4 bawang putih
  • 1 jahe
  • 1 sdt gula pasir
  • 100 gr cabe merah
  • garam secukupnya

Cara memasak :

  • Bersihkan ayam dan potong menjadi 4 bagian
  • Panaskan minyak kemudian tumis bumbu hingga merata dan berbau harum
  • Masukkan ayam kemudian masak hingga bumbu merata
  • Tambahkan air sedikit dan masak ayam hingga 1/2 matang dan angkat
  • Panggang ayam diatas api sedang sambil di lumeri dengan bumbu yang telah disediakan.

« Previous Entries Next Entries »